Juni
2015,
Aku
merindukanmu, selalu merindukanmu. Kau tahu? Rinduku bukan persoalan yang
kecil. Ini sesuatu yang besar, bahkan tidak cukup apabila harus kusimpan dalam
kepalan.
Rinduku
ada, baik di pagi, siang, sore, maupun malam hari. Pun ia tetap ada, meski hari
berganti hari. Bahkan ketika bulan bergantipun ia akan tetap ada.
Aku
tidak tahu bagaimana cara mematikannya. Kau jauh, kau dekat bagiku sama saja.
Karena kurasa rinduku tidak tahu malu. Iya, rinduku tidak tahu malu. Ia selalu
ada di mana pun kau berada.
Tapi
aku tetap bahagia. Karena apa? Karena aku benar-benar merasa cintaku cintaku
kepadamu tumbuh dan berkembang dengan baik. Bukankah rindu juga bagian dari
cinta?
Biarlah
untuk sementara kita terpisah dengan jarak yang ada. Percayalah, doa-doa kita
telah menjadi selimut paling hangat untuk rindu kita. Jarak hanyalah sebatas
deretan angka-angka. Jangan terlalu khawatirkan ini, karena cintaku selalu ada
di mana pun kamu berada.
Demikian
aku merindukanmu, demikian aku benar-benar merasakannya. Terima kasih karena
telah memelukku di dalam doa-doamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar