April
2015,
Mungkin
aku terlalu kecil untuk semua harapan-harapanmu yang kian membesar. Tetapi, aku
tetaplah aku. Perempuan yang akan tetap setia mencintaimu, mendukungmu, dan
mendoakanmu. Percayalah, kamu besar di hati kecilku.
Namamu
selalu menjadi nafas di dalam doa-doaku. Pada senyumanmu, sepertinya tuhan
memang tahu dimana letak bahagiaku. Tetapi aku minta maaf kepadamu, karena aku
tidak bisa memberikanmu apa-apa kecuali diriku sendiri.
Aku
tahu, aku perempuan penuh dengan keterbatasan. Tapi bisakah kamu merasakan,
jika untukmu segala yang terbaik selalu aku usahakan.
Suatu
saat, entah kapan, kamu akan memahami. Jika besarnya cintaku, tak akan bisa
kamu temui di diri siapapun, kecuali aku dan ibumu. Di hari-harimu selanjutnya,
jika kamu temukan seseorang yang begitu hebat mencintaimu, itu adalah aku.
Ingat, itu adalah aku!
Melangkahlah
menuju apa pun semua yang kamu cita-citakan. Aku berjanji, tidak selangkah pun
aku meninggalkanmu. Aku akan tetap ada di samping kirimu.
Dan
ketika kamu telah sampai pada semua mimpi-mimpimu, semoga tetap aku yang ingin
kamu bersamai dalam hidup. Ingatlah ini selalu, aku mencintaimu, laki-laki
terhebatku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar