best

https://draft.blogger.com/rearrange?blogID=7230975934311325906§ionId=crosscol&action=editWidget&widgetType=HTML&referrer=directory

Kamis, 26 Mei 2016

Kita Adalah Perbedaan Yang Disatukan

September 2015,
            Di hadapanmu, aku seperti sedang bercermin. Kita beda yang di samakan tuhan. Kita cinta yang di satukan tuhan. Senyummu, mata sipitmu, tawamu, hangat pelukmu, seluruhmu juga bagian dari aku.
            Kita sama-sama menyebalkan, kita sama-sama banyak kemauan, kita sama-sama keras kepala. Benar, bukan? Mengangguklah, lalu tersenyum iya, inilah kita. Dua hati, dua kepala, dua cinta.
            Setiap kali memandangimu, aku selalu menemukan cinta. Betapa ingin ku lihat kau bahagia. Dan betapa ingin aku pantas membahagiakanmu dalam bahagia yang sempurna.
            Memilikimu, aku pantas bersyukur. Ya. Aku bersyukur. Aku bersyukur. Aku bersyukur. Betapa aku benar-benar merasa tuhan denganku sedang begitu cinta.
            Bagiku, bagimu cinta itu nyata, sejahat apapun dunia cinta kita akan tetap begini adanya.

            Kita akan bersama-sama. Tidak akan ku biarkan kau hidup sendirian. Bila suatu hrai kau lupa ingatan, peluk aku seerat yang kau mau. Karena hatimu tidak akan pernah lupa, jika tubuhku adalah sebaik-baik rumah untuk hati dan jiwamu.

Takdir Yang Menyamar Menjadi Kebetulan

Mei 2015,
            Mungkin cinta datang tak seperti apa yang kita bayangkan. Tapi percayalah. Tuhan tidak pernah tidak memiliki alasan tentang mengapa kau dan aku dipertemukan. Semua seperti kebetulan, yang di indahkan.
            Kau tidak pernah mampu menjelaskan bagaimana indahnya cinta. Namun dicintaimu, aku merasa.
Kata-kata manis, janji-janji manis, jauh dari kita. Karena kita tak memerlukan itu. Dan sejatinya, cinta bukan hanya sekedar kata-kata. Kita lebih memilih banyak diam, dan pelan-pelan membuktikan.
            Aku tidak pernah berani menerka-nerka esok akan seperti apa. Tetapi semoga, waktu lekas berpihak pada kita. Aku tidak ingin menunda perjalanan. Sudah begitu ingin aku sampai tujuan.

            Dan ini, sekali lagi ku ingatkan. Aku mencintaimu tanpa batas waktu yang tidak ditentukan. Sekiranya, cinta kita akan selalu direstukan oleh tuhan.

For Perfecting My Fainth

Maret 2015,    
            Aku menuliskanmu sebagai ayat-ayat cinta di dalam doa. Kepada tuhan, kumintakan kau bahkan tanpa jeda. Tiada lagi yang aku ingin lebih dari aku menginginkan tuhan segera mempertemukan kita.
Aku mencintaimu, bahkan sebelum takdir temu mempertemukan senyumku dan senyummu. Aku menyayangimu, bahkan sebelum genggam tanganku menggenggam tanganmu. Aku merindukanmu, bahkan sebelum tubuhku sanggup memelukmu. Aku mendoakanmu, bahkan seringkali aku lupa untuk mendoakanku.
Saat ini, bolehkah aku bertanya, kemana lagi aku harus mencari keberadaanmu? Selain di dalam doa, hati, dan pikiranku. Karena ketiga tempat itu sudah penuh akan tanyaku tentangmu. Bahkan mereka sudah begitu muak menjawab Tanya-tanyaku.
Tuhan maha baik, aku percaya itu. Bagaimana tidak? Tuhan mengirimkanmu, bahkan jauh dari apa yang aku mintakan dalam doa-doaku sebelum namamu tak bernama. Dan aku percaya, pertemuan kita bukanlah sebuah kebetulan yang tak memiliki alasan.
Seperti apapun langkah kita menuju masa depan. Semoga tetap ke tubuhmu langkah kaki ini dilangkahkan. Dan atas segala keraguan, semoga tuhan lekas memberi titik terang.

Aku mencintaimu, laki-laki terhebatku.

Rindu

Juni 2015,
            Aku merindukanmu, selalu merindukanmu. Kau tahu? Rinduku bukan persoalan yang kecil. Ini sesuatu yang besar, bahkan tidak cukup apabila harus kusimpan dalam kepalan.
            Rinduku ada, baik di pagi, siang, sore, maupun malam hari. Pun ia tetap ada, meski hari berganti hari. Bahkan ketika bulan bergantipun ia akan tetap ada.
            Aku tidak tahu bagaimana cara mematikannya. Kau jauh, kau dekat bagiku sama saja. Karena kurasa rinduku tidak tahu malu. Iya, rinduku tidak tahu malu. Ia selalu ada di mana pun kau berada.
            Tapi aku tetap bahagia. Karena apa? Karena aku benar-benar merasa cintaku cintaku kepadamu tumbuh dan berkembang dengan baik. Bukankah rindu juga bagian dari cinta?
            Biarlah untuk sementara kita terpisah dengan jarak yang ada. Percayalah, doa-doa kita telah menjadi selimut paling hangat untuk rindu kita. Jarak hanyalah sebatas deretan angka-angka. Jangan terlalu khawatirkan ini, karena cintaku selalu ada di mana pun kamu berada.

            Demikian aku merindukanmu, demikian aku benar-benar merasakannya. Terima kasih karena telah memelukku di dalam doa-doamu.

Jarak Dan Kita

Juli 2015,
            Aku tidak tahu, kira-kira apa yang membuatku jatuh cinta kepadamu, pun aku juga tidak tahu apa yang membuatmu jatuh cinta kepadaku. Aku tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaanku saat ini. Satu yang pasti, bersamamu aku benar-benar menemukan sebenar-benarnya aku.
            Saat ini, kita tidak berdekatan pun juga tidak berjauhan. Jika ada dalam batas yang pas untuk saling mencintai. Aku bersama doaku, kau bersama doamu, dan kita bersama tuhan.
            Kesabaran adalah hal terbaik yang bisa kita perjuangkan saat ini. Jangan sampai salah satu dari kita kehilangan ini. Karena mungkin saja ketika kita kehilangan kesabaran, kita akan benar-benar kehilangan kita.
            Tujuan yang mungin sulit dicapai pasti kita akan sampai, asal kita tetap bersama dan yakin. Ingatlah, akan ada hal baru, rencana baru, mimpi-mimpi baru sesampainya kita pada tujuan.
            Bersamamu kini aku tahu. Setelah cinta itu tumbuh, ia akan berkembang. Dan untuk mengembangkannya tidak harus dengan pertemuan, kata-kata mesra, atau sebagainya, cukup dengan doa. Benar, aku bergerak cinta butuh jarak.

            Satu lagi, tersennyumlah untukku ketika kau sedang berbincang bersama tuhan. Karena kau tahu, aku begitu menyukai senyum indahmu.

Itu Aku !

April 2015,
            Mungkin aku terlalu kecil untuk semua harapan-harapanmu yang kian membesar. Tetapi, aku tetaplah aku. Perempuan yang akan tetap setia mencintaimu, mendukungmu, dan mendoakanmu. Percayalah, kamu besar di hati kecilku.
            Namamu selalu menjadi nafas di dalam doa-doaku. Pada senyumanmu, sepertinya tuhan memang tahu dimana letak bahagiaku. Tetapi aku minta maaf kepadamu, karena aku tidak bisa memberikanmu apa-apa kecuali diriku sendiri.
            Aku tahu, aku perempuan penuh dengan keterbatasan. Tapi bisakah kamu merasakan, jika untukmu segala yang terbaik selalu aku usahakan.
            Suatu saat, entah kapan, kamu akan memahami. Jika besarnya cintaku, tak akan bisa kamu temui di diri siapapun, kecuali aku dan ibumu. Di hari-harimu selanjutnya, jika kamu temukan seseorang yang begitu hebat mencintaimu, itu adalah aku. Ingat, itu adalah aku!
            Melangkahlah menuju apa pun semua yang kamu cita-citakan. Aku berjanji, tidak selangkah pun aku meninggalkanmu. Aku akan tetap ada di samping kirimu.

            Dan ketika kamu telah sampai pada semua mimpi-mimpimu, semoga tetap aku yang ingin kamu bersamai dalam hidup. Ingatlah ini selalu, aku mencintaimu, laki-laki terhebatku.

Selasa, 24 Mei 2016

Tausiyah cinta (menunggu sebuah keajaiban)

Jika kamu sedang menjaga hati. Insya allah jodohmu juga sedang menjaga hati. Jika kamu sedang memperbaiki diri. Insya allah dia juga sedang memperbaiki diri.
Sama-sama memperbaiki diri, minta pada allah. Allah mengetahui, sedang kita tidak mengetahui bukan? (2:216)
Dan, jangan memberi harapan pada yang belum pasti. Kelak ada insan yang bakal dilukai.
Jangan menaruh harapan pada yang belum tentu dimiliki. Nanti hati yang kecewa sendiri.
Sebaliknya, bergantunglah semua harapanmu kepada yang maha memberi. Niscaya dirimu tak akan dizalimi.
Cintailah dengan keikhlasan, karena tentu kisah Fatimah dan ali bin abi thalib diingini oleh hati tetapi sanggupkah jika semua berakhir seperti kisah cinta salman al farisi? Karena hati ini begitu mudah untuk di bolak-balikan?
Serahkan rasa itu pada yang memberi dan memilikinya.
Biarkan dia yang mengatur semuanya, hingga keindahan itu datang pada waktunya.
Allah sudah menetapkan kebahagiaan untuk setiap hambanya. “jika sesuatu itu milik kita, sesulit apapun jalannya, apapun rintangannya, pasti akan jadi milik kita karena memang untuk kita. Tapi, jika sesuatu itu bukan milik kita, walaupun mudah jalannya, walaupun bersusahpayah kita ingin mendapatkannya. Tidak akan pernah jadi milik kita. Karena memang bukan untuk kita”.
Aku selalu menanti saat kamu berkata, “aku terima nikahnya”


note : buat kalian yang lagi patah hati atau yang baru diputusin jangan pernah menganggap semuanya akan berakhir menyedihkan. mana tau allah lagi nyiapin sesuatu yang lebih indah lagi buat kita. percayalah di dunia ini ga ada yang gratis tiap tetes air mata dan kesedihan kalian sekarang suatu saat bakal terbayarkan dengan senyuman kebahagiaan. dan inget satu hal. ga ada yang ga mungkin didunia ini, jika allah menghendaki semuanya akan terjadi. 

*SEMOGA BERMANFAAT*

tausiyah cinta (sedih tiada arti allah selalu dihati)

Untuk apa patah hati karna satu orang melupakan kita, sementara allah menciptakan berjuta-juta umat dan berjuta-juta pula yang melupakannya.
Untuka apa menangis hanya karna seseorang yang tidak peduli terhadap kita, sementara masih banyak orang yang peduli dan selalu berusaha membuat kita bahagia.
Untuk apa bersedih hanya karena direndahkan oleh orang lain, sementara orang tua kita melahirkan, merawat, dan membiayai hidup kita bukan untuk itu.
Untuk apa resah atas perkataan orang terhadap perbuatan kita, selama yang kita lakukan bukan perbuatan salah.
Memang tidak mudah menjalaninya, tapi semua akan bisa menjadi mudah karena diri kita sendiri.

La tahzan, innallaha ma'ana.

*SEMOGA BERMANFAAT*