best

https://draft.blogger.com/rearrange?blogID=7230975934311325906§ionId=crosscol&action=editWidget&widgetType=HTML&referrer=directory

Sabtu, 31 Oktober 2015

kamu



Oktober 2015,
            Ia adalah laki-laki yang tidak ingin kehilangan perasaanku. Ia memiliki keinginan yang banyak, mimpi yang berjuta-juta, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Ia keras kepala, menyebalkan, atau bahkan ia seringkali egois. Ia memang tidak selalu ingin menang, terlebih atasku. Ia laki-laki sederhana, begitu taat dengan agama, bersahaja, dan memiliki wibawa yang luar biasa.
            Ia adalah teduhku, ia adala semangatku, ia adalah doaku, ia adalah semogaku, ia adalah harapanku, ia adalah senyumku, ia adalah tawaku, ia adalah tangisku, ia adalah bahagiaku, ia adalah duniaku, ia adalah cintaku, ia adalah sayangku, dan ia adalah laki-laki ku.
            Aku ingin membahagiakannya, aku ingin menghiburnya, aku ingin menjaganya, aku ingin mendampinginya. Karena bagiku, ia adalah selamanya aku hidup. Ia bukan hanya sekedar laki-laki yang layak untuk dikagumi dengan jujur. Tetapi juga seorang laki-laki yang bisa dengan apa adanya mengagumiku dan mencintai dengan apa adanya aku.
            Aku akan mencintainya dengan tenang. Aku akan menggembirakan hatinya dengan senang. Aku akan merindukannya tanpa membuat keributan aku akan memperhatikannya dengan kasih sayang dan kehati-hatian.
            Ia, ia yang pandai memahami aku, ia yang pandai membuat ku senyum tersipu malu, ia yang pandai mengusir lara, lalu di rubahnya seketika menjadi canda tawa.
            Tidak, tidak jika aku harus kehilangannya. Laki-laki kebanggaanku di depan tuhan. Menjaganya adalah caraku berterimakasih atas anugerah yang telah tuhan titipkan.
            Ngomong-ngomong, kamu tahu siapa ia yang aku maksud? Coba kamu bercermin. Setelah itu, kamu beoleh tersenyum. Ia, adalah kamu cermin terbaik ku.

sejarah halowen

Ternyata Ini Sejarah Hari Halowen 

Ternyata Ini Sejarah Hari Halowen - Banyak yang masih belum mengetahui sejarah dari hari halowen ini , Halloween adalah suatu tradisi perayaan yang terjadi pada malam tanggal 31 Oktober, dan terutamahari ini dirayakan di Amerika Serikat. Tradisi halowen ini berasal dari Irlandia, dan dibawa oleh seorang Irlandia yg beremigrasi ke Amerika Utara. hari Halloween dirayakan anak-anak dengan cara memakai kostum yang seram, dan berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga meminta beberapa permen atau cokelat sambil berkata "Trap or treat!" Ucapan tersebut adalah semacam "ancaman" yang berarti "Beri kami (permen) atau kami jahili." Nah Di zaman sekarang, anak-anak biasanya tidak lagi menjahili rumah orang yang tidak memberi apa-apa. Sebagian anak-anak masih menjahili rumah orang yg pelit dengan cara menghiasi pohon di depan rumah mereka dengan tisu can atau menulisi jendela dengan sabun dan permen karet. 
Ternyata Ini Sejarah Hari Halowen
Ternyata Ini Sejarah Hari Halowen 
Hari Halloween identik dengan setan, penyihir, hantu troll dan makhluk-makhluk menyeramkan dari kebudayaan Barat. Halloween disambut dgan menghiasi rumah dan pusat perbelanjaan dengan simbol-simbol Halloween. 

Asal kata Hallowen

Halloween ini berasal dari celebration Samhain (dari bahasa Irlandia Kuno samain) yang dirayakan orang Kelt zaman kuno. Festival Samhain merupakan perayaan akhir musim panen dalam kebudayaan orang Gael, dan kadang-kadang disebut "Tahun Baru Kelt". Org Kelt yg menganut paganisme secara turun temurun menggunakan kesempatan celebration untuk menyembelih hewan ternak dan menimbun makanan untuk persiapan musim dingin. Bangsa Gael kuno percaya bahwa tanggal 31 Oktober, pembatas dunia orang mati dan dunia org hidup mnjadi terbuka. Orang mati membahayakan orang hidup dengan membawa penyakit dan merusak hasil panen. Sewaktu merayakan celebration, orang Gael menyalakan programming interface unggun untuk membakar tulang-tulang dari hewan yang mereka sembelih. Org Gael mengenakan kostum dan topeng untuk berpura-pura sebagai arwah jahat atau berusaha berdamai dgan mereka 

Simbol Hallowen

Simbol hallowen
Simbol hallowen
Simbol-simbol perayaan Halloween menggambarkan keadaan alam di musim gugur, termasuk labu hasil panen dan orang-orangan sawah sebagai penjaga hasil panen. Selain itu, simbol-simbol Halloween juga dekat dengan kematian, keajaiban, beast, dan karakter menyeramkan hasil rekaan pembuat film Amerika dan perancang grafis. Karakter-karakter yang sering dikaitkan dengan Halloween adalah setan dan iblis dari kebudayaan Barat, manusia labu, makhluk angkasa luar, penyihir, kelelawar, burung hantu, burung gagak, burung bangkai, rumah hantu, kucing hitam, laba-laba, troll, zombie, mumi, tengkorak, dan manusia serigala. Karakter film horor klasik seperti drakula atau beast Frankenstein juga dipakai untuk perayaan Halloween. Hitam dan oranye dianggap sebagai warna tradisional Halloween, walaupun sekarang banyak juga barang-barang Halloween berwarna ungu, hijau dan merah. 
Di belahan bumi beriklim sjuk, perayaan Halloween berlangsung di musim apel. Salah satu makanan Halloween adlah apel karamel (apel yang dicelup ke dalam cairan gula). Hidangn lain yg lekat dngan tradisi Halloween adalah pai labu, sari buah apel (minuman juice), sweet corn, campfire toffee, treat apple, dan permen yang dibgkus dngan warna-warni Halloween (oranye, coklat, atau hitam)

laporan praktikum botani farmasi pigmen warna pada tumbuhan




NILAI
PARAF




LAPORAN PRAKTIKUM
BOTANI FARMASI
PIGMEN WARNA PADA TUMBUHAN

Nama / NPM                           : Hartati Iswara ( A 141 064 )
Retno Anjarwati ( A 141 085 )
Diman Aguastian ( A 141 070 )
Piolani Putri Nurgeofani ( A 141 080 )
Fifi Nur Afiyah Somantri ( A 141 075 )
Kelas / kelompok                    : Reguler Pagi B / C
Tanggal Praktikum                  : 6 Desember 2014
Tanggal Masuk Laporan         : 15 Desember 2014
Asisten Laboratorium             : Melvi Sundalian S,Farm., Apt.
                               Sani Nurlaela F M.Si.,Apt

LABORATORIUM BOTANI FARMASI
SEKOLAH TINGGI FARMASI INDONESIA
YAYASAN HAZANAH
BANDUNG 2014

       I.            TUJUAN
Melihat pigmen yang terdapat dalam daun dan bunga
    II.            PRINSIP
Berdasarkan terbentuknya pigmen pada daun bunga dengan pengamatan gradasi warna pada kertas saring.
 III.            REAKSI

 IV.            TEORI

Pigmen adalah zat warna yang terdapat pada tumbuhan pigmen yang ada pada tumbuhan hijau disebut klorofil dalam fotosintesis tanaman memanfaatkan sinar matahari yang terdiri dari kombinasi berbagai warna.
Pigmen-pigmen yang ada pada tanaman biasanya dijumpai dalam plastid serta dalam vakuola. Salah satu pigmen pada daun yaitu klorofil. Klorofil ini terletak pada kloroplas. Nama lain dari klorofi adalah zat hijau daun. Adanya pigmen klorofil akan memberi ciri warna hijau pada daun dan atau batang tanaman. Menurut Abidin, 1984, Lakitan, 2001 dalam Widowati (2011), pigmen ini terdapat di dalam kloroplas, yang akan menyebabkan sel-sel memiliki kemampuan menyerap energi cahaya. sehingga terjadi proses fotosintesis yang menghasilkan gula atau karbohidrat. Fungsi utama sejumlah pigmen karotenoid tertentu ialah melindungi tumbuhan terhadap solatisasi dengan menyerap kelebihan energy cahaya dan kemudia di lepas sebagai bahan.
Kloroplas
Dijumpai terutama pada bagian daun yang disebut mesofil yang sering disebut pula daging daun. Kloroplas juga dijumpai dibagian bagian lain. Bahkan juga pada bagian batang dan ranting yang berwarna hijau.hal ini disebabkan karena dalam kloroplas terdapat pigmen yang berwarna hijau yang disebut klorofil. Pigmen ini dapat menyerap cahaya matahari klorofil terdapat pada membran tilakoid, sedangkan pembentukan glukosa sebagai produk akhir fotosintesis yang berlangsung di stroma. Disamping klorofil A(pigmen berwarna hijau) dikenal pada klorofil b yang mempunyai struktur mirip klorofil A.
Warna hijau
Ditimbulkan oleh klorofil yang terdapat pada kloroplas dalam kloroplas juga dijumpai karotenoid akan tampak jika hanya terdapat sedikit atau tidak ada klorofil sama sekali. Untuk terjadinya fotosintesis energy dalam bentuk electron yang tereksitasi pada berbagai pigmen harus disalurkan ke pigmen pengumpul energy yang disebut sebagai pusat reaksi. Ada terdapat dua macam pusat reaksi pada membrane tilakoid. Keduanya merupakan molekul klorofil a yang berasosiasi dengan protein tertentu dan komponen-komponen membrane lainnya.
                                                                                                                                                    Pigmen pigmen yang lain dalam kloroplas memindahkan energinya untuk perangsangnya kepada P700 – P680. Untuk alas an ini klorofil b, karotenoid dan sebagian besar dari klorofil.
1.      Klorofil merupakan kelompok pigmen fotosintesis yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan,terdapat dalam kloroplas dan memanfaatkan cahaya yang diserap sebagai energi untuk reaksi-reaksi cahaya dalam proses-proses fokus. Pigmen klorofil berfungsi pada tumbuhan untuk proses fotosintesis, memoles daun dan buah yang masih mentah dengan warna hijau. Pigmen ini juga berfungsi sebagai anti-oksidan.
2.      Klorofil a mengandung warna hijau dan mempunyai rumus molekul C55H72O5N4 Mg, dapatmengabsorbasi blue violet dan merah dalam gelombang yang lebih pendek disbandingdengan menyerap cahaya merah secara maksimal yang terjadi pada gelombang cahayayang panjang.
3.      Klorofil b Mengandung warna biru dan mempunyai rumus molekul C55H70O6N4 Mg, biasanyahanya terdapat pada alga hijau, klorofil b memiliki gugus aldehid yang menyebabkanklorofil ini bersifat hidrooli dibanding klorofil a dan berwarna hijau kekuningan.
4.      Karotenoid merupakan pigmen penyebab warna merah, orange dan kuning pada sayuran. Merupakan golongan pigmen yang larut dan terdapat pada semua jenis tumbuhan mulai dari bakteri sederhana sampai yang berbuga kuning pada tumbuhan.
5.      Antosianin merupakan warna paling penting dalam tumbuhan, pigmen yang berwarna kuat dan larutan air. Antosianin memberi warna merah, merah muda, ungu dan biru. Karena sifat ion antosianin, intensitas dan warnanya tergantung pada pH. Pada larutan asam, ada berbagai warna dari oranye-merah sampai ungu. Apabila pH mendekati 7 terbentuk semu basa yang tidak berwarna.
6.      Xantofil merupakan pigmen warna dengan biasanya berada bersama-sama dengan klorofil yang bila jumlah hanya dominan akan tampak warna kuning pada tanaman dan apabila klorofil yang tampak akan berwarna hijau.
Klorofil adalah pigmen yang merupakan katalisator fotosintesis yang sangat penting dalam semua jaringan tumbuhan berfotosintesis. Klorofil terdapat dalam kloroplas dan sering berkaitan dengan protein, tetapi mudah diekstraksi ke dalam pelarut lipid. Di dalam tumbuhan, paling sedikit terdapat lima jenis klorofil. Selain klorofil, di dalam tumbuhan juga terdapat pigmen warna lain yang disebut karotenoid. Selain sebagai pigmen warna, karotenoid juga membantu dalam fotosintesis. Terdapat lebih dari 300 jenis karotenoid, tetapi yang terdapat dalam tumbuhan tinggi hanya sedikit, umumnya berupa karoten. Salah satu turunan karotenoid, yaitu hidrokarbon tak jenuh turunan likopen atau turunan likopen teroksigenesi dikenal sebagai xantofil. Xantofil yang umum terdapat berupa monohidroksikaroten (ketrin dan rubixantin), dihdroksikaroten (zeakantin) atau dihidroksi-epoksikaroten (violaxantin). Ada dua macam karotenoid, yaitu karotenoid hidrokarbon murni dan xantofil yang mengandung oksigen.
 Karotenoid tertentu juga ditemukan pada sellimut kloroplas yang memberinya warna kekuningan.. Fungsi utama sejumlah pigmen karotenoid tertentu ialah melindungi tumbuhan terhadap solarisasi dengan  cara menyerap kelebihan energi cahaya dan kemudian dilepas sebagai bahang. Karotenoid dapat berupa karotin (C40H56) berwarna jingga dan xantofil (C40H56O2) berwarna kuning.
Adanya kloroplas pada tumbuhan menyebabkan tumbuhan dapat berasimilasi karena di dalam kloroplas terdapat klorofil yang dapat menangkap sinar matahari untuk memasak makanan. Pada tanaman tingkat tinggi ada 2 macam klorofil yaitu klorofil-a (C55H72O5N4Mg) yang berwarna hijau tua dan klorofil-b (C55H70O6N4Mg) yang berwarna hijau muda. Klorofil a dan b paling kuat menyerap cahaya di bagian merah (600-700 nm), sedangkan yang paling sedikit cahaya hijau (500-600 nm). Sedangkan cahaya berwarna biru dari spektrum tersebut diserap oleh karotenoid.
 Klorofil menyerap cahaya berupa radiasi elektromagnetik pada spektrum kasat mata (visible).  Misalnya, cahaya matahari mengandung semua warna spektrum kasat mata dari merah sampai violet, tetapi seluruh panjang gelombang unsurnya tidak diserap dengan baik secara merata oleh klorofil.  Klorofil dapat menampung energi cahaya yang diserap oleh pigmen cahaya atau pigmen lainnya melalui fotosintesis, sehingga klorofil disebut sebagai pigmen pusat reaksi fotosintesis.
Beberapa yang mempengaruhi kestabilan pigmen atau zat warna
  1. pH
Warna yang ditimbulkan oleh antosianin tergantung dari tingkat keasaman (pH) lingkungan sekitar sehingga pigmen ini dapat dijadikan sebagai indikator pH. Warna yang ditimbulkan adalah merah (pH 1), biru kemerahan (pH 4), ungu (pH 6), biru (pH 8), hijau (pH 12), dan kuning (pH 13). Untuk mendapatkan warna yang diinginkan, antosianin harus disimpan menggunakan larutan bufer dengan pH yang sesuai.
  1. Kation
Sebagian kation, terutama kation divalen dan trivalen harus dihindari karena dapat menyebabkan perubahan warna antosianin menjadi biru hingga terjadi pengendapan pigmen. Selain itu, permukaan tembaga, baja ringan, dan besi juga sebaiknya dihindari.
  1. Oksigen
Saat terlarut di dalam suatu larutan campuran, antosianin akan teroksidasi perlahan-lahan.
  1. Sulfur dioksida (SO2)
Apabila sulfur dioksida bereaksi dengan antosianin maka akan terbentuk produk yang tidak berwarna. Reaksi perubahan warna tersebut bersifat reversible sehingga hanya dengan memanaskan SO2 maka warna akan kembali seperti semula.
5.       Protein
Apabila sumber antosianin bereaksi dengan protein maka akan terbentuk uap atau endapan. Peristiwa ini lebih dipengaruhi oleh pigmen non fenolik yang bereaksi dengan protein seperti gelatin.
  1. Enzim
Penggunaan beberapa enzim dalam pengolahan makanan yang mengandung antosianin dapat mengakibatkan kandungan antosianin di dalamnya hilang atau berkurang. Hal ini sebagian disebabkan oleh enzim glukosidase yang ada pada tahap preparasi enzim.
    V.            ALAT DAN BAHAN
1.      Mortir dan stamper
2.      Kertas saring
3.      Alkohol 95%
4.      Corong
5.      Cawan petri
6.      Bunga atau daun segar

 VI.            PROSEDUR
Bunga digerus sampai halus dan ditambah air sampai zat dalam bunga terlarut, sedangkan daun digerus sampai halus dan ditambah alcohol 95% sampai zat dalam daun terlarut. Kemudian keduannya disaring menggunakan kertas saring dan ditampung dalam wadah melalui corong. Lalu disiapkan kertas saring bulat dan dilubangi di bagian tengah kertas, dicelupkan dalam cairan tanaman dan dibiarkan beberapa saat sampai terjadi gradasi warna. Diamati perubahan yang terjadi.






VII.            DATA PENGAMATAN
No
Bahan
Warna awal
Hasil
1.
Bunga + air
Warna merah

                      merah
2.
Daun + alkohol 95%
Warna hijau

bb
a







2
        3          1
Keterangan      1 : Hijau Muda : Klorofil (a)
                        2 : Hijau Tua : Klorofil (b)
                        3 : Kuning : Xanthofil

VIII.            PEMBAHASAN
                        Pada praktikum kali ini kami dapat jelaskan mengenai pigmen warna yang terdapat dalam daun dan bunga beserta pemisahan zat warna yang terdapat dalam daun dan bunga. Percobaan yang dilakukan pada praktikum ini menggunakan daun tanaman bugenvile yang berwarna hijau muda dan bunga bugenvile yang berwarna merah muda.  Dalam percobaan pada daun, praktikan menggunakan larutan alkohol sebagai pelarutnya dikarenakan klorofil larut dalam alkohol atau eter dan tidak larut dalam air. Sedangkan pada percobaan bunga menggunakan air sebagai pelarutnya karena zat warna dalam bunga dapat larut dalam air. Percobaan dilakukan menggunakan teknik kromatografi  yaitu teknik pemisahan zat warna yang sederhana dengan prinsip berdasarkan fase diam dan fase gerak pada objek kertas saring. Kertas saring digunakan sebagai objek pemisah zat warna, sehingga dapat terlihat jelas pigmen warna yang ditimbulkan pada suatu tanaman. Fase diam merupakan fase dimana kertas dapat menyerap cairan tanaman dengan seragam, sedangkan fase gerak merupakan fase dimana campuran yang terkandung dalam tanaman dapat tercampur dengan pelarut yang sesuai.  Pada proses ini kertas saring sebelum ditetesi cairan tanaman diberi lubang dan ditutupi kembali dengan kertas saring yang di pilin-pilin dengan tujuan agar tidak adanya udara yang masuk dan untuk meyakinkan bahwa udara dalam tabung terjenuhkan dengan uap pelarut. Penjenuhan udara dalam tabung dengan penguapan pelarut sangat mempengaruhi pergerakan pelarut dalam kertas saring.
            Berdasarkan gambar kromatografi pada daun, maka urutan pigmen warna yang dapat terlihat yaitu dengan urutan klorofil b (hijau tua), kemudian klorofil a (hijau muda) dan xantofil (kuning) . Artinya klorofil b (hijau tua) menempuh jarak yang paling dekat dari titik awal sedangkan xantofil menempuh jarak yang paling jauh dari titik awal . Hal ini disebabkan karena klorofil b (hijau tua) memiliki berat molekul yang paling kecil dan xantofil memiliki berat molekul yang paling besar jadi pergerakan pigmen klorofil b (hijau tua) lebih cepat daripada xantofil. Dapat dilihat berdasarkan dari rumus kimianya seperti pigmen xantofil{C40H54(OH)2}, klorofil a {C55H72O5N4Mg}, klorofil b {C55H70O6N4Mg} dan karotenoid {C40H56}. Berat molekul ini dapat dilihat dari jumlah atom C dan O.
                        Pada tanaman umumnya banyak terdapat klorofil terutama pada daun dan batang yang masih muda, sehingga tanaman tampak menjadi hijau. Klorofil merupakan pigmen utama yang terdapat dalam tanaman. Klorofil dapat menyerap pigmen biru dan kuning sambil memantulkan cahaya hijaunya. Pigmen ini sangat berperan penting dalam kehidupan tanaman karena berfungsi sebagai zat yang dapat menangkap energi cahaya dalam proses fotosintesis.  Sehingga hal tersebut dapat berguna sumber energi dalam kehidupannya. Klorofil ini terdapat dua macam yaitu klorofil a dan b yang dibedakan atas struktur kimia penyusunnya. Ketika masih muda umumnya daun berwarna hijau dan berwarna kuning saat daun sudah tua sehingga pigmen terbesar yang terdapat dalam daun tanaman tersebut adalah pigmen klorofil a, klorofil  b dan karetonoid atau xantofil (bagian dari golongan karoten). Xantofil inilah yang memberikan warna kuning pada tanaman.
            Berdasarkan gambar kromatografi pada bunga, maka dapat dilihat pigmen warna yang terdapat pada bunga bugenvile ini hanyalah terlihat pigmen antosianin saja (merah). Hal ini dapat disebabkan bahwa tanaman bugenvile yang dipakai pada percobaan kali ini merupakan tanaman yang tumbuh pada daerah yang bersifat asam. Karena pada tanaman yang hidup pada daerah yang bersifat basa, keberadaan pigmen ini dapat memunculkan warna biru atau ungu. Pada umumnya pigmen ini muncul dipengaruhi oleh derajat keasaman (Ph) dan biasa terdapat pada bagian mahkota bunga.  Keberadaan pigmen antosianin ini sangat berperan dalam memaksimalkan penangkapan energi cahaya matahari yang tersedia dan dapat membantu fungsi klorofil.

IX.  KESIMPULAN
            Pigmen yang terdapat dalam daun bugenvile yaitu klorofil b (hijau tua), klorofil a (hijau muda) yang menyebabkan daun berwarna hijau dan xantofil (kuning) menyebabkan daun berwarna kekuningan. Pada bunga bugenvile terdapat pigmen antosianin yaitu pigmen yang menyebabkan terdapatnya warna merah pada mahkota bunga. Pigmen-pigmen tersebut merupakan zat yang berperan penting pada proses fotosintesis terutama dalam penyerapan cahaya atau penangkapan cahaya matahari.












DAFTAR PUSTAKA

Sutrian,Yayan. 2004. Pengantar Anatomi Tumbuh-Tumbuhan (TentangSeldanJaringan). Jakarta: Rineka Cipta.
Lumowa, Sonja V. T. 2012. Bahan Ajar Botani Tingkat Tinggi. Samarinda: Unversitas Mulawarman.
Harborne, 1997.  Pengantar Fisiologi Tumbuhan, PT Gramedia, Jakarta.



























LEMBAR KONTRIBUSI

1.      Piolani Putri Nurgeofani
-          Data Pengamatan
-          Cover

2.      Bersama-sama
-          Pembahasan
-          Kesimpulan

3.      Diman Aguastian
-          Tujuan
-          Prinsip
-          Reaksi
-          Lembar Pekerjaa
-           
4.      Hartati Iswara
-          Teori
-          Dapus

5.      Fifi Nurafiyah Somantri
-          Editing
-          Lampiran

6.      Retno Anjarwati
-          Alat dan bahan
-          Prosedur

laporan praktikum botani farmasi percobaan sach




NILAI
PARAF


LAPORAN PRAKTIKUM
BOTANI FARMASI
PERCOBAAN SACH

Nama / NPM                           : Hartati Iswara ( A 141 064 )
Retno Anjarwati ( A 141 085 )
Diman Aguastian ( A 141 070 )
Piolani Putri Nurgeofani ( A 141 080 )
Fifi Nur Afiyah Somantri ( A 141 075 )
Kelas / kelompok                    : Reguler Pagi B / C
Tanggal Praktikum                  : 6 Desember 2014
Tanggal Masuk Laporan         : 15 Desember 2014
Asisten Laboratorium             : Melvi Sundalian S,Farm., Apt.
                               Sani Nurlaela F M.Si.,Apt
Description: index.jpg
LABORATORIUM ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA
SEKOLAH TINGGI FARMASI INDONESIA
YAYASAN HAZANAH
BANDUNG 2014



PERCOBAAN SACHS
( IYODIUM TEST )
I.                   Tujuan
Melihat terbentuknya amilum ( karbohidrat ) pada proses fotosintesis.
II.                Prinsip
Berdasarkan terbentuknya amilum ( karbohidrat ) pada proses fotosintesis.
III.             Reaksi
6CU2+6H2O → C6H1206+6O2+Energi
IV.               Teori
              Suatu sifat fisiologi yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan ialah kemampuannya untuk menggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organil serta asimilasikan didalam tubuh tanaman peristiwa ini hanya berlangsung cukup cahaya dan oleh karna itu maka asmilsi zat karbon disebut juga fotosintesis lengkap nya adalah bahwa fotosintesis atau asmilasi zat karbon itu suatu proses dimana zat-zat organic H2Odan CO2   oleh kitorofil diubah menjadi zat organik karbohidrat dengan pertolongan cahaya matahari. Pengubahan energi kimia menjadi energi kerja pada peristiwa pernafasan dalam tumbuh-tumbuhan merupakan rangkaian proses kehidupan didunia. Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti  cahaya dan sintesis yang berarti penyusun, jadi fotosintesis adalah proses penyusun dari zat organik H2Odan CO2   menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang hanya mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari, fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi/terpakai dengan memanfaatkan fotosintesis akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan dibumi. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat ditmosfer bumi, organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis disebut sebagai fototrof fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebus co2 diikat menjadi gula sebagai molekul penyimpanan energi cara lain yang ditempuh organisme untuk menghasilkan karbon adalah melalui kemosin, tesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang. Fotosintesis dikenal sebagai suatu proses sintesis makanan yang dimiliki oleh tumbuhan hijau dan bebrapa mikroorganisme fotosintetik. Organisme yang mampu mensitesis makanannya sendiri. Disebut sebagai organisme autotrof. Autotrof dalam rantai makanan, menduduki sebagai produsen, pada prinsipnya komponen yang berasal dari udara dan H2O yang diserap dari dalam tanah selain itu sesuai dengan namanya cahaya reaksi ini membutuhkan cahaya matahri sebagai energi dalam pembuatan autosintesisproduk (senyawa gula dan oksigen ) reaksi fotosintesis dapat diartikan bahwa enam molekul karbondioksida 6H2O bereaksi dengan bantuan energi cahaya matahari untuk dirubah menjadi satu molekul glukosa dan 6O2. Glukosa adalah molekul yang diberi ikatan-ikatan kimia penyusun molekul tersebut, glukosa, merupakan senyawa karbon yang nantinya digunakan bersama elemen-elemen lain didalam sel untuk membentuk senyawa kimia lain yang sangat penting organisme tersebut seperti DNA, protein, atom penyusun glukosa sebagai suumber energi dalam proses-proses didalam tubuh seperti organisme lainnya, tanaman tersusun atas sel-sel sebagai unit dasar penyusun kehidupan tanaman sel-sel tanaman mengandung struktur yang disebut kloroplast yang merupakan tempat terjadinya fotosintesis, kloroplas adalah organ khusus yang dimiliki oleh tanaman bentuk oval dan menganduung klorofil yang dikenal dengan zat hijau daun, seluruh bagian tumbuhan yang merupakan struktur berwarna hijau, termasuk batang dan buah memiliki kloroplas dalam setiap sel penyusunnya namun secara umum aktifitas fotosintesis terjadi dalam , dalam webnya menyatakan bahwa kepadatan kloroplas dipermukaan daun suatu tanaman rata-rata sekitar satu setengah taun dan reaksi gelap selama reaksi terangi klorofil bersama dengan pigmen-pigmen lainnya didalam kloroflas menyerap energi kaya elektron yang nantinya akan terlibat dalam serangkaian rantai reaksi yang disebut transpor elektron.
Air melalui reaki terang akan diperoleh menjadi proton elektron dan O2 proton dan elektron yang dihasilkan dari pemecahan ini bergabung dengan senyawa aseptor elektron NADP membentuk NADPHP beberapa proton bergerak melalui membran kloroplas dan energi yang terbentuk berupa AIP NADPH dan ATP adalah komponen yang masuk ke dalam reaksi gelap yang merubah molekul CO2 menjadi molekul gula berantai karbon tiga energii kimia hasil konversi dan energi cahaya matahri tersimpan dalam senyawa karbon yang terdapat dalam sebagai molekul yang komplkes dan besar. Karbohidrat sangat beraneka ragam struktur monosakarida dan polisakarida.
Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari. Dalam proses ini energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH +H yang selanjutnya kan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa. Kloroflas tersusun atas bagian –bagian sebagai berikut :
a.       Stroma ialah struktur kosong di dalam kloroplas merupakan tempat glukosa terbentuk dari karbondioksida .
b.      Tilakoid ialah struktur cakraram bertumpuktumpuk, yang terbentuk dari pelipatan membran  dalam kloroplas, yang berfungsi menangkap energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia.
c.       Grana ialah selubung tangkal penghubung tilakoid.
Klorofil merupakan pigmen utama yang terapat pada tumbuhan yang berfungsi menyerap cahaya radiasi elektromagnetik pda spektrum kasat mata. Klorofil dapat dibedakan menjadi klorofil  A sangat berperan dalam reaksi gelap fotosintesis. Sedangkan, klorofil B, merupakan klorofil yang mampu menyerap cahaya biru dan merah kejinggan. Di dalam kloroplas, selain klorofil juga terdapat pigmen karetonoid, antosianin, dan fikobilin jadi hanya tumbuhan yang dapat melakukan fotosintesis karena mengandung kloroplas pada daunnya. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen makanan karena dapat menghasilkan makanan dengan bantuan cahaya matahri dan disebut juga organisme autotrof yaitu organisme yang dapat membuat makanan sendiri.
Percobaan sach membuktikan bahwa pada fotosintesis akan dihasilkan zat tepung. Daun yang sudah beberapa saat terkena cahaya matahari dipetik daun dimasukkan pada air yang mendidih kemudian daun dimasukkan pada alkohol panas  setelah itu akan ditetesi dengan larutan iodium hasil nya daun akan berubah menjadi biru tua hal ini membuktika bahwa setelah terbentuk glukosa hasil fotosintesis segera diubah menjadi zat tepung. Membuktikan bahwa didalam fotosintesis  diperlukan cahaya dan klorofil. Dari hasil pengamatan dibawah mikrosop terhadap spyirogyra dan bakteri termo, ternyata bila dijatuhkan seberkas cahaya yang mengenai kloroplas spirogyra, maka tampak bakteri tero akan berkerumun pada daerah yang berkloroplas yang terkena cahaya tersebut. Namun bila seberkas cahaya tidak mengenai kloroplas, maka tidak banyak ditemukan bakteri termo.











V.                DATA PENGAMATAN
Percobaan menggunakan dua daun yang berbeda yaitu daun tertutup (tidak terkena cahaya matahari) dan daun terbuka (terkena cahaya matahari
No
Pengamatan
Hasil
1
Daun di rebus dengan air panas
Daun tertutup dan daun terbuka menjadi layu dan warnanya menjadi pucat
2
Daun di rebus dengan alkohol 95%
Larutan alkohol menjadi berwarna hijau karena klorofil menjadi larut
3
Daun di tetesi I2
a)      Daun terbuka :  warnanya menjadi lebih kehitaman , menunjukkan adanya banyak amilum yang
terdapat dalam daun
b)       Daun tertutup : warnanya hijau tua, menunjukkan sedikitnya amilum yang terdapat dalam daun

VI.             ALAT DAN BAHAN
1.      Alat yang digunakan:
a.       Tabung reaksi
b.      Beker glass
c.       Lampu spiritus
d.      Kaki tiga
e.       Kawat asbes
f.       Penjepit tabung
g.      Pipet kaca
h.      Plat kaca
2.      Bahan yang digunakan :
a.       Alkohol
b.      Larutan KI

VII.          PROSEDUR
       Daun segar yang telah di tutupi alumunium foil dan yang tidak di potong dengan ukuran 2 x 2 cm. Daun yang telah dipotong dimasukkan kedalam tabung reaksi yang berisi air, kemudian dipanaskan sampai mendidih, angkat dan buang air di dalam tabung reaksi. Daun yang telah dipanaskan, dimasukkan kedalam tabung reaksi kedua yang berisi alkohol,kemudian dipanaskan kembali hingga klorofil larut dalam alkohol. Dibuang alkohol didalam tabung, kemudian daun didinginkan diatas plat kaca lalu ditetesi dengan larutan KI.dan diamati perubahan warna yang terjadi.
Daun segar yang telah di tutupi alumunium foil dan yang tidak di potong dengan ukuran 2 x 2 cm. Daun yang telah dipotong dimasukkan kedalam tabung reaksi yang berisi air, kemudian dipanaskan sampai mendidih, angkat dan buang air di dalam tabung reaksi. Daun yang telah dipanaskan, dimasukkan kedalam tabung reaksi kedua yang berisi alkohol,kemudian dipanaskan kembali hingga klorofil larut dalam alkohol. Dibuang alkohol didalam tabung, kemudian daun didinginkan diatas plat kaca lalu ditetesi dengan larutan KI.dan diamati perubahan warna yang terjadi.
VIII. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini kami melakukan percobaan sach. Selama dua hari daun di tutup dengan kertas timah, bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya  kadar amilum pada kedua sisi daun yang terkena sinar matahari dan yang tidak terkena sinar matahari. Pada hari praktikum kami membawa daun tersebut dan sudah mengalami perubahan warna yaitu bagian tengah daun yang di tutup kertas timah berubah warna menjadi agak pucat hal ini dikarenakan pada bagian tengahnya tidak terkena sinar matahari atau tidak melakukan fotosintesis, hal ini pula yang mempengaruhi kadar amilum pada kedua sisinya.
Beberapa hal yang dilakukan saat pengujian sach pertama setelah daun di potong menjadi dua bagian dengan ukuran 2 x 2 cm ukuran kecil ini untuk mempermudah pengujian yang dilakukan karena semakin kecil ruang akan memberikan ketelitian yang lebih tinggi saat pengujian-pengujian selanjutnya dan untuk menyesuaikan dengan alat atau wadah yang disediakan misalnya tabung reaksi dan plat kaca . Pembagiannya yaitu bagian yang terkena sinar matahari dan yang tidak terkena sinar matahari, dimasukan kedalam air suling yang sudah mendidih hasilnya daun menjadi layu hal ini bertujuan untuk memudahkan proses pengujian pada step selanjutnya.
Setelah itu daun dimasukkan ke dalam air alkohol yang sudah dididihkan selama beberapa menit. Hasilnya air alkohol berubah warna agak kehijauan hal ini berarti klorofil dalam daun larut. Dan hal ini membuktikan bahwa klorofil, pada daun tidak dapat larut hanya dengan menggunakan air saja namun harus memakai suatu larutan yaitu misalnya dengan menggunakan etanol. Karena pada etanol terdapat susunan unsur yang dapat memecahkan molekul klorofil dalam daun.
Setelah beberapa menit kemudian daun diangkat ditaruh pada beker glass lalu diberi larutan I2 untuk melihat kadar amilum pada kedua daun tadi. Larutan ini dapat digunakan sebagai uji indikator atas adanya pati dalam senyawa organik, dengan mana larutan ini bereaksi dengan mengubah warna biru-gelap/hitam.  Larutan unsur iodium seperti Lugol akan mewarnai pati/kanji karena interaksi iodium dengan struktur lingkar polisakarida. Pati termasuk pati tanaman amilosa dan amilopektin, serta glikogen pada sel hewan. Larutan Lugol tidak akan mendeteksi gula-gula sederhana seperti glukosa atau fruktosa. Pada kondisi patologis, deposit amiloid (yaitu, deposit yang berwarna seperti pati, tetapi tidak) dapat begitu berlimpah bahwa organ yang terkena dampak juga akan ternoda terlalu positif untuk reaksi Lugol untuk pati.
Setelah ditetesi larutan iodium beberapa menit kemudian terjadi perubahan warna pada bagian yang tidak ditutup kertas timah daun berubah warna menjadi  hijau kebiru-biruan dan hampir hitam sedang kan pada daun yang tertutup berwarna hijau pekat hal ini menandakan bahwa pada daun terbuka mengandung banyak karbohidrat karena daun terbuka mengalami proses fotosintesis sebagimana bahwa proses fotosintesis merupakan bagian terpenting bagi tumbuhan hijau yang berklorofil yaitu memproduksi karbohidrat berupa glukosa.
Proses fotosintesis dibantu oleh cahaya matahari yaitu mengubah senyawa anorganik yaitu CO2 dan H2O menjadi bahan organik karbohidrat dan oksigen. Jadi pada bagian daun yang tidak terkena cahaya maka tidak mengalami fotosintesis,dan karbohidrat merupakan salah satu hasil dari fotosintesis. Pada bagian daun yang ditutup kertas timah tetep terdapat amilum namun dalam jumlah yang relatif lebih sedikit. Fotosintesis juga merupakan salah satu cara pertahanan diri yang dilakukan oleh tumbuhan agar bertahan hidup. Ada beberapa hal yang mempengaruhi fotosintesis yaitu suhu, CO2 dan cahaya adalah faktor terpenting dalam fotosintesis. Dalam proses fotosintesis juga diperlukan pigmen untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi kimia.

IX.             KESIMPULAN
Proses fotosintesis di pengaruhi oleh cahaya matahari dan klorofil serta amilum(karbohidrat) sebagai hasil akhir.












DAFTAR PUSTAKA
Lumowa, Sonja V. T. 2012. Bahan Ajar Botani Tingkat Tinggi. Samarinda: Unversitas Mulawarman.
Harborne, 1997.  Pengantar Fisiologi Tumbuhan, PT Gramedia, Jakarta.



















LEMBAR KONTRIBUSI

1.      Piolani Putri Nurgeofani
-          Data Pengamatan
-          Lampiran

2.      Retno Anjarwati
-          Pembahasan
-          Kesimpulan

3.      Diman Aguastian
-          Caver
-          Tujuan
-          Prinsip
-          Reaksi
-          Lembar Pekerjaan

4.      Hartati Iswara
-          Teori
-          Daftatar Pustaka

5.      Fifi Nur Afiyah Somantri
-          Alat dan Bahan
-          Prosedur