best

https://draft.blogger.com/rearrange?blogID=7230975934311325906§ionId=crosscol&action=editWidget&widgetType=HTML&referrer=directory

Minggu, 27 Maret 2016

sejarah braga di bandung

Bandung memang bikin kangen. Siapapun yang pernah ke Bandung pasti akan ada rindu meluap untuk kembali lagi. Begitu pula dengan sosok itu. Lahir dan besar di Jakarta, hingga akhirnya takdir mengantarkannya untuk bisa berkuliah di Bandung. Baru saja menjejakkan kakinya menyusuri jalan-jalan di Bandung, ada azzam yang langsung berteriak di dalam hati, “Saya harus tinggal di sini. Saya ingin berkeluarga dan membesarkan anak-anak di sini.” Itu kisah bertahun-tahun silam yang terus dikenangnya. Dan persis seperti puisi karya Daeng Amril di atas, sosok blogger asli Sulawesi yang kini tinggal di Tangerang, rindu meluap (juga) pada Kota Bandung. Inilah mengapa dirinya juga paham kalau para pemuda asli Bandung juga berat saat harus berkelana ke kota lain. Mereka pada akhirnya akan kembali.
Bandung memberikan banyak peristiwa yang membuat orang menjadi kangen. Tempatnya yang adem karena dikelilingi oleh pegunungan indah dan tempat-tempat buatan yang terus berbenah ke arah kebaikan bagi banyak orang. Apalagi ditambah faktor sang walikota saat ini, Kang Emil. Taman-taman yang layak dikunjungi semakin bertebaran dengan ciri khas yang membuat nyaman. Keramahan warganya dan kecantikan para mojang Bandung menjadi magnet berikutnya. Kulinernya yang terus menggoda mata, lidah, dan perut. Hingga kemudian beragam event yang dikemas dengan begitu kreatif atau bahkan semua produk ‘lifestyle‘-nya. Semua begitu menggoda dan pantas saja kalau hal itu memicu munculnya kata ‘rindu meluap’.
Akses transportasi ke Bandung pun terus berkembang dan semakin cepat saja. Rute-rute penerbangan terus bertambah dari berbagai kota. Jalur kereta api jangan ditanya lagi, bahkan dalam waktu dekat (dan sudah diresmikan) kereta supercepat akan segera hadir dari arah Jakarta. Belum lagi pembangunan Tol Purbaleunyi yang semakin mempersingkat waktu tempuh kendaraan roda empat yang awalnya adalah 5 jam lebih hingga menjadi 2-3 jam saja. Bersamaan dengan itu, hotel-hotel dan guest house juga berkembang di Bandung. Semua itu demi memanfakan para turis lokal/asing yang ingin menikmati masa santainya di Parijs Van Java. Seolah-olah semua peristiwa itu berputar kembali, betapa Bandoeng Tempo Doeloe juga terkenal. Bandung adalah kota sejarah. Salah satunya adalah Jln. Braga.

Bragaweg yang ramai dan jadi tempat ngabaraga (Foto: Kaskus)
SEJARAH BRAGA
Bandung memang tidak lepas dari sejarah Jln. Braga. Pembuatannya berkaitan dengan pembangunan jalan Anyer-Panarukan oleh Daendels (1808-1811) dan tanam paksa (1830-1870). Sebelum 1874, baru ada tujuh rumah yang terbuat dari batu, sisanya masih dari tanah dan hanya beratapkan ijuk/rumbia/ilalang. Sebelum 1882, jalan yang lebarnya hanya sepuluh meter ini masih bernama Pedatiweg, sebagai penghubung Groote Postweg atau Jln. Raya Pos dengan Koffie Pakhuis (Gedung Kopi) milik Tuan Andries de Wilde. Saat ini, Groote Postweg dikenal dengan nama Jln. Asia-Afrika dan Koffie Pakhuis dengan nama Balai Kota Bandung.
Menurut almarhum Haryoto Kunto, kata ‘Braga’ berasal dari bahasa Sunda “Ngabaraga”, artinya bergaya, nampang, atau mejeng. Nama ini sudah dipakai pada 1810 dan oleh Pieter Sitjhoff (Asisten Residen Bandung) nama Pedatiweg diubah menjadi Bragaweg pada 1882, lalu dipopulerkan oleh Tonil Braga (1887). Bragaweg yang awalnya masih tanah kemudian diperkeras dengan batu kali dan kalau malam ada beberapa lampu-lampu minyak untuk menerangi jalan. Bagian selatan Bragaweg semakin berkembang pesat saat jalur kereta api Batavia-Bandoeng dibangun (1884) sementara bagian utaranya masih berupa hutan karet. Salah satu penyebab akan pesatnya Bragaweg adalah adanya toko kelontong De Vries, sebuah toko yang menyediakan kebutuhan sehari-hari. Setelah itu, berdirilah hotel, restoran, bioskop, dan bank.
Bragaweg mulai diaspal pada 1900 dan kemudian dibuatlah peraturan tentang standar bangunan toko, seperti tipe bangunan gaya barat yang tadinya terbuka diubah menjadi tertutup (1906). Modernitas Bragaweg terjadi pada masa B. Coops menjadi walikota (1920-1930) karena beberapa pertokoannya mulai menjajakan barang-barang berkelas. Bandung pun terkenal hingga ke mancanegara dan mulai didatangi turis. Bragaweg menjadi tujuan utama karena semua kebutuhan untuk lifestyle ada di sana seperti model pakaian terbaru dari Paris dan termasuk toko sepeda pertama di Indonesia yang memasok sepeda-sepeda berkelas dari Eropa. Wow! Pada masa itu, Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS) juga didirikan sebagai sekolah tinggi pertama di Hindia Belanda, tepatnya 3 Juli 1920. Kebetulan kampus yang kini bernama ITB ini adalah tempat sosok itu menimba ilmu.
Tak heran kalau Bandoeng kemudian dijuluki “Parijs van Java” oleh warga Eropa yang bermukim di Hindia-Belanda karena telah menjadi pusat kegiatan politik, intelektual, kesenian, budaya, hingga hiburan dan rekreasi. Akan tetapi sang kuncen Bandung (Haryoto Kunto) tidak setuju. Menurutnya, julukan “Parijs van Java” bukan untuk menunjukkan  keindahan dan kemodernan seperti di Paris, melainkan lebih pada kecantikan dan kemolekan mojang-mojang Priangan, yang mirip dengan kejelitaan wanita-wanita di Paris. Istilah “Kota Kembang” juga sebenarnya merujuk pada banyaknya mojang-mojang geulis (gadis-gadis cantik) di Bandung yang diibaratkan sebagai kembang wangi dan indah. Tuh, kan? Itulah mengapa sampai sekarang kalau ditanyakan mengapa para pria yang pendatang selalu ingin kembali ke Bandung, salah satunya adalah karena kecantikan para mojang-mojang ini. Hayooo … ngaku!
MAU NAIK APA DAN MENGINAP DI MANA?
Sosok itu suka dengan wisata sejarah. Itulah mengapa di bagian atas dijelaskan tentang sejarah Jln. Braga yang legendaris. Sayang sekali kalau seseorang datang mengunjungi salah satu kota tercantik di Indonesia tetapi tidak tahu sejarahnya. Tentu akan menarik jika tahu sejarahnya lalu berjalan-jalan di sana, seolah-olah sedang berjalan pada masa Hindia-Belanda. Bahkan takperlu biaya mahal untuk bisa merasakannya. Semua peninggalan sejarah itu tersedia di sana, di jalan Braga yang hingga kini juga masih ramai. Untuk menuju ke Kota Bandung, sudah banyak akses seperti yang telah diceritakan di paragraf ketiga. Bisa naik pesawat menuju Bandara Husein Sastranegara, lalu dilanjut dengan menggunakan taksi atau mobil sewaan. Bisa naik kereta api menuju Stasiun Bandung, atau menggunakan kendaraan pribadi melalui Tol Purbaleunyi.

5 tanda mantan masih mengharapkanmu

Tanda sang mantan masih mengharapkan anda - Hubungan kekasih memang bagi kebanyakan orang dirasa sangat penting dalam kehidupannya. Namun, apa arti sebuah hubungan jika ternyata berakhir dengan perpisahan?

Memang hubungan kekasih sangatlah penting, dalam hubungan itulah kita dapat merasakan kasih sayang yang lebih dari segalanya. Namun, tak sedikit pula hubungan yang akhirnya berakhir dengan perpisahan. Disaat itulah pasangan dirasa tak menghargai setiap pengorbanan. Dan disaat itulah orang dengan mudah memutuskan hubungan namun tak mudah mengakhiri perasaannya.

Anda yang memintanya untuk menjauh dan jaga jarak dari anda agar bisa segera melupakan semua kenangan, dia masih saja mendekat dan tak bisa melakukannya. Terkadang dia juga sering hadir dalam hidup anda adan memberikan perhatian-perhatian kecil yang membuat anda bingung. Nah disaat itulah anda akhirnya bertanya kepada teman tentang maksud dari sikap sang mantan. Disaat itu pula teman anda menjawab kalau mantan anda masih mencintai anda. Berikut ini lima tanda sang mantan masih mengharapkan anda kembali kepadanya:

Tanda Sang Mantan Masih Mengharapkan anda
1. Masih menggoda meski kelihatan bercanda

Memang terkadang ketika anda memutuskan pacar anda, tak jarang kalau sang mantan masih mengharapkan keharidan anda lagi. Dia masih menggoda anda dengan tujuan agar anda kembali. Dia bahkan masih sering mengirimkan pesan singkat dan manis. Misal, "aku kangen sama kamu nih", "Kok kamu masih single, masih mikirin aku ya? Aku juga masih mikirin kamu nih." Dan pesan lainnya. Siapa yang tak deg-degan ketika mendapat pesan ini? Pesan ini membuat anda tercengang dan anda pun tahu kalau dia masih mengharapkan anda. Meskipun bercanda, tapi pria memiliki keseriusan didalamnya.
2. Sering mention twitter, atau memberi like di facebook

Ketika mantan masih saja selalu menyukai setiap postingan anda di media sosial, itu tandanya jika dirinya masih mengharapkan anda. Misalnya di facebook atau di twitter, dia memberikan like yang banyak di facebook anda dan juga mention banyak di twitter anda. Jika anda masih ragu kalau dia sebenarnya masih mengharapkan anda, coba bandingan dengan orang lain, jika dia tak pernah absen memberikan like setiap postingan anda, itu merupakan tanda kuat dari dirinya.
3. Tak bisa menutupi rasa cemburu

Mungkin anda dengan dirinya masih sering bertemu karena mungkin masih satu lingkungan, baik lingkungan sekola, pekerjaan, atau lingkungan tempat tinggal. Dan anda pun masih berteman dengan dirinya. Namun, ketika anda bersama pria lain, dia seringkali tak bisa menutupi rasa cemburunya ketika anda berasa pria lain. Bahkan cemburunya pun bisa anda lihat sendiri. Itu tandanya kalau dia masih menginginkan anda kembali berasamnya.
4. Masih sering ngobrol dengan teman dan keluarga anda

Pria yang belum bisa melupakan hubungannya dengan mantan kekasihnya, bukan penghalang bagi dirinya untuk selalu bertemu dan hadir berasama teman dan bahkan keluarga sang mantan. Coba lihat pada hubungan anda dengan mantan kekasih anda. Jika kekasih anda belum bisa merelakan anda, dia pasti akan tetap ingin selalu bersama anda, dan bila anda tak mau, dia akan selalu hadir di kerumunan teman-teman anda dan bahkan keluarga anda.
5. Menunjukkan bahwa dia bahagia dan baik-baik saja

Pria merupakan orang yang simpel. Jika senang akan terlihat senang, dan jika sedih, marah, atau sebagainya akan sulit ditutupi daripada wanita. Pria akan selalu berusaha menutupi setiap kelemahannya setelah diputus kekasih, dia akan berusaha untuk tetap tegar dan terlihat bahagia. Namun anda telah lama bersamanya dan anda pun pasti mengetahuinya. Ketika bertemu dengan anda, dia mungkin akan berusaha baik-baik saja meski hati terluka. Tapi ekspresi itu tak bisa ditutupi dari anda.

Demikianlah 5 tanda sang mantan masih berharap untuk balikan dengan anda. Jika mantan anda menunjukan tanda-tanda diatas, bisa dipastikan sang mantan masih berharap pada anda. Semoga informasi diatas bermanfaat. Terimakasih.

laporan praktikum teknologi formulasi sediaan solid metode kempa langsung

1.      NAMA ZAT AKTIF, KEKUATAN SEDIAAN DAN JUMLAH SEDIAAN
Nama zat aktif            : CTM (Chlorpheniramini Maleas)
Kekuatan Sediaan       : 4 mg
Jumlah Sediaan           : 120 tablet

2.      FORMULA DAN METODE
R/        CTM                            4mg
Avicel : Strach                        70:30
Mg Stearat                  1%
Talk                             1%
Metode : Kempa langsung
Dibuat 200 tablet, berat setiap tablet 110 mg

3.      ALASAN PEMILIHAN FORMULA DAN METODE
CTM digunakan sebagai zat aktif, yang berfungsi sebagai antihistamin. Dosis dari zat aktif ini sedikit, karena memiliki efek sedative. Dalam proses absorsi obat dalam tubuh, zat aktif harus bekerja langsung pada reseptor. Sehingga diperlukan zat tambahan untuk mengantarkan zat aktif dan mencegah hancur sebelum ke reseptor. Selain itu, zat tambahan ini juga tidak boleh mengganggu fungsi dari zat aktif. Zat tambahan yang digunakan diantaranya avicel, strach, Mg stearat dan talk. Avicel digunakan sebagai zat pengisi, sedangkan strach digunakan sebagai pengikat zat-zat yang tercampur. Kedua zat ini merupakan fase dalam. Mg Stearat digunakan sebagai lubrikan, yaitu pelicin yang mengurangi gesekan antara permukaan tablet dengan dinding die saat pengempaan. Talk digunakan sebagai glidan, yaitu pelicin yang dapat meningkatkan aliran granul dari hopper kedalam die.
Metode yang digunakan adalah kempa langsung, karena pada metode ini prosesnya mudah, efisien baik waktu, ruangan, tenaga kerja


4.      MONOGRAFI ZAT AKTIF DAN ZAT TAMBAHAN
4.1   Cholpheniramine Maleat
Rumus Struktur         : C16H19CIN2C4H4O4
Berat Molekul           : 390,86
Pemerian                   : Serbuk hablur, putih; tidak berbau. Larutan                                                    mempunyai pH antara 4 dan 5.
Syarat                       : CTM mengandung tidak kurang dari 98,0% dan tidak lebih dari 100,5%  C16H19ClN2.C4H4O4, dihitung terhadap zat yang dikeringkan
Penyimpanan            : Dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya.
Titik Leleh                 : 130o – 135oC
Susut Pengeringan  : Keringkan pada suhu 105oC selama 3 jam: kehilangan tidak lebih dari 0,5% dari beratnya
Residu Pembakaran    : Tidak lebih dari 0,2%

4.2   Avicel
4.3   Starch
Struktur empiris        : (C6H10O5)n, dimana n = 300 –1000.
Pemerian                     : Serbuk agak kasar sampai halus; serbuk berwarna putih sampai agak putih; tidak berbau; memiliki rasa  lemah yang khas; higroskopis
pH                             : 3,0 – 9,0 (modified starch)
Density                      : 1.478 g/cm3 untuk corn starch
Penyimpanan             : Simpan di wadah tertutup
4.4   PVP
Rumus Struktur         : (C6H9NO)n
Berat Molekul           : 10.000 hingga 700.000
Pemerian                     : Serbuk putih atau putih kekuningan; berbau lemah atau tidak berbau, higroskopik.
pH                              : antara 3,0 sampai 7,0 dalam bentuk larutan
Kandungan air          : tidak lebih dari 5%
Residu Pembakaran  : tidak lebih dari 0,1%
Penyimpanan             : Simpan dalam wadah tertutup rapat
Penandaan                  : pada etiket harus juga tertera: “Tidak untuk injeksi”
4.5   Mg Stearat
Magnesium Stearat merupakan senyawa magnesium dengan campuran asam-asam organik padat yang diperoleh dari lemak, terutama terdiri dari magnesium stearat dan magnesium palmitat dalam berbagai perbandingan. Mengandung setara dengan tidak kurang dari 6,8% dan tidak lebih dari 8,3% MgO.
Rumus Struktur         : [CH3(CH2)16COO]2Mg
Pemerian               : serbuk halus, putih dan voluminus; bau lemah khas, mudah melekat di kulit; bebas dari butiran.
Susut Pengeringan        : Keringkan pada suhu 105oC sampai berat konstan: kehilangan tidak lebih dari 6,0 % dari beratnya
Density (tapped)       : 0.286 g/cm3
Penyimpanan             : Simpan dalam wadah tertutup rapat
4.6   Talk
Rumus Struktur         : Mg6(Si2O5)4(OH)4 (Pure Talc)
Pemerian                     : serbuk hablur sangat halus, putih atau putih kelabu. Berkilat, mudah melekat pada kulit dan bebas dari butiran.
Susut Pengeringan  : kehilangan tidak lebih dari 7,0 % dari beratnya
Penyimpanan             : dalam wadah tertutup baik

5.      PERHITUNGAN DAN PENIMBANGAN
Tiap tablet CTM memiliki bobot 110 mg mengandung CTM 4 mg
Dibuat 200 tablet.
Bobot teoritis per tablet:
5.1      PERHITUNGAN
Fase dalam (100-2)%   = 98%
  = 0,98
  = 0,98 x 110 mg 
  =107,8 mg
Fase dalam tanpa CTM   = (107,8 – 4) mg
        = 103,8 mg
Avicel                   : 0,7 x 103,8 mg          = 72,66 mg
Strach                   : 0,3 x 103,8 mg          =  31,14 mg
Fase luar
Mg stearat                        : 0,01x 110 mg            =1,1 mg
Talk                      : 0,01x 110 mg            =1,1 mg
Perhitungan untuk 200 tablet
CTM                     : 4 mg x 200                = 0,8 g
Avicel                   : 72,66  mg x 200        =  14,532 g
Strach                   : 31,14 mg x 200         = 6,228 g
Fase luar
Mg stearat             : 1,1 x 200 mg             =  2,2g
Talk                       : 1,1 x 200 mg             = 2,2g
Jumlah                  : 22 g

5.2      PENIMBANGAN
CTM                     : 0,8 g
Avicel                   : 14,532 g
Strach                   : 6,228 g
Mg stearat                        : 2,2g
Talk                      : 2,2g
 
6.      PROSEDUR KERJA
Dilakukan pembuatan formula tablet CTM, dengan menentukan jumlah dari fasa dalam dan fasa luarnya. Kemudian, dilakukan penimbangan terhadap bahan-bahan tersebut.
Setelah bahan-bahan ditimbang, dicampurkan bahan kecuali  Magnesium Stearat dan Talk, di campur dengan menggunakan alat pencampur hingga homogen. Selanjutnya, dilakukan penetapan kecepatan alir, dengan cara ditimbang bahan tersebut sebanyak 20g, alat di set skala pada posisi 0, dimasukkan bahan ke corong, dihidupkan alat tersebut, dicatat waktu alirnya.
Setelah itu, dilakukan penetapan sudut istirahat, dengan cara perlakuan yang sama pada kecepatan alir, namun pada sudut istirahat yang diukur adalah tinggi puncak taburan bahan sediaan dan di ukur diameter lingkaran yang terbentuk dari taburan bahan sediaan, dihitung sudut yang terbentuk dari bahan sediaan tersebut antara bidang datar dengan tinggi bahan sediaan.
Serta dilakukan penetapan kompressibilitas dengan cara, ditimbang 10g bahan sediaan, dimasukkan ke dalam gelas ukur 100mL, dicatat volumenya (V0), kemudian dilakukan pengetukan dengan menggunakan tap density hingga volumenya konstan.
Dilakukan penentuan kerapatan sejati dengan menggunakan piknometer dilakukan 4 kali penimbangan yaitu piknometer kosong, piknometer berisi 2/3 serbuk, piknometer berisi paraffin liquidum, dan piknometer berisi serbuk dan paraffin liquidum. Kemudian dihitung kerapatan sejati.
Kemudian setelah dilakukan 3 uji tersebut ditambahkan Mg.Stearat dan Talk sebagai fasa luarnya, dicampur hingga homogen, setelah homogen dilakukan kembali uji penetapan kecepatan alir, penetapan sudut istirahat dan penetapan kompressibilitas. Kerapatan sejati tidak dilakukan pengujian kembali hal ini karena sudah dipastikan BJ nya akan berubah. Setelah itu hasil campuran dikempa langsung menjadi tablet. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap tablet yang telah dicetak.
Dilakukan uji keseragaman ukuran dengan cara, diambil 20 tablet, kemudian diukur diameter serta tebalnya menggunakan jangka sorong.
Dilakukan uji keseragaman bobot dengan cara, diambil 20 tablet secara acak lalu ditimbang masing-masing tablet tersebut, dihitung bobot rata-rata dan penyimpangan terhadap bobot rata-ratanya serta standar deviasinya.
Dilakukan uji kekerasan tablet dengan cara, dilakukan menggunakan hardness tester terhadap tablet yang diambil secara acak. Kekerasan diukur berdasarkan luas permukaan tablet dengan menggunakan beban yang dinyatakan dalam kg/cm2.
Dilakukan uji friabilitas dengan cara, diambil 20 tablet secara acak, kemudian tablet dibersihkan dari debu, kemudian ditimbang, dimasukkan tablet kedalam alat, dinyalakan alat selama 4 menit, kemudian tablet dibersihkan dan ditimbang, tablet yang baik memiliki friabilitas kurang dari 1%.
Dilakukan uji friksibilitas dengan cara, diambil 20 tablet secara acak, dibersihkan tablet dari debu kemudian ditimbnag, dimasukkan tablet kedalam alat, dinyalakan alat selama 4 menit, dibersihkan tablet dan ditimbang.
Dilakukan uji waktu hancur dengan cara, dimasukkan 6 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang, dimasukkan 1 cakram pada tiap tabung dan dijalankan alat tersebut, digunakan air bersuhu 37oC sebagai medianya, dicatat berapa lama tablet tersebut dapat hancur.

7.      HASIL EVALUASI
Evaluasi produk ruahan (masa cetak)
HOMOGENITAS
KERAPATAN SEJATI
LAJU ALIR
WAKTU ALIR
Mess:40 = 2,09 g
          80 = 2,7 g
         120=14,53 g
W1 21,7465
W2 47,2058
W3 23,4016
W4 47,7830
0,5722 g/cm3
Bobot
Waktu
10,05 = 4,4 g/s
  2,3
(BAIK)
1.     3 detik
2.     2 detik
3.     2 detik
SUDUT ISTIRAHAT
tanÆŸ = tinggi   = 1,5 = 0,4     ÆŸo= 21,8o
           jari-jari    4,2

(SANGAT BAIK)
Tinggi:
1.      3,75 cm
2.      4,7 cm
3.      4 cm
Diameter :
1.      7,5 cm
2.      9,4 cm
3.      8,1 cm

Curah:
40 mL
Mampat:
32 mL
KOMPRESIBILITAS :
Curah – mampat x 100% =
Mampat
40 – 32 x 100% = 25 %
32
(BURUK)
Kesimpulan : Memenuhi syarat

7.1  Evaluasi Tablet
a.       Kontrol kekerasan
sampel


5

5

4,5

Mean:4,83 kg/cm3
Kontrol bobot                        
SD                               : 12,79
KESIMPULAN          : Tidak memenuhi syarat
Mean                           : 107,63

sampel
Bobot (mg)
1
110,7
87,5
2
105,3
108
3
110,7
106,5
4
108,3
111
5
104,6
104,2
6
110,4
90,6
7
106,8
104
8
105,2
104
9
104,6
109,9
10
153,9
105,4

b.      FRIABILITAS           : 4,384 % kesimpulan : Tidak memenuhi syarat
c.       FRIKSIBILITAS       :2,4854 %                    kesimpulan: memenuhi syarat
d.      UKURAN TEBAL    :0,279 cm SD: 0,01     kesimpulan: memenuhi syarat
e.       DIAMETER               :0,816 cm SD: 0,007   kesimpulan: memenuhi syarat
f.       WAKTU HANCUR   : < 1 Menit                  kesimpulan: memenuhi syarat
                                   
8.      PEMBAHASAN
Pada praktikum teknologi formulasi sediaan solid kali ini yaitu dilakukan pembuatan tablet CTM 4 mg serta bahan pembantu yaitu avicel, laktos, dan mg stearat dengan bobot masing-masing tabletnya yaitu 110 mg. avicel berfungsi sebagai bahan-bahan pengisi pengikat dalam bentuk kering, kemampuan avicel sebagai zat pengisi cukup tinggi karena partikel mikrokristalnya yang berasal dari alam disatukan oleh ikatan hydrogen. Ikatan hydrogen antara hydrogen pada molekul selulosa yang berdekatan membuat padatan partikelnya lebih kuat dan lebih kohesif. Pemilihan avicel mampu memberikan daya adhesi pada massa serbuk pada tablet kempa serta menambah daya kohesi pada bahan pengisi.  Avicel selain berfungsi sebagai zat pengikat juga sebagai desintegran yang membantu hancurnya tablet setelah ditelan. Penggunaan mg stearate ini bertujuan untuk mempercepat aliran bahan dalam corong ke dalam rongga cetakan sehingga mengurangi gesekan selama proses pengempaan tablet, selain itu juga berguna untuk mencegah melekatnya massa tablet pada punch dan cetakan. Dengan menggunakan metode kempa langsung. Tujuan dari dilakukannya metode kempa langsung ini yaitu agar lebih mudah, praktis, dan cepat pengerjaannya, dibandingkan dengan metode pencetakan lainnya. Tablet itu sendiri merupakan sediaan bentuk padat yang mengandung substansi obat dengan atau tanpa bahan pengisi.
Dilakukan penimbangan dan pengayakan semua bahan sebelum dilakukannya evaluasi, pada saat penimbangan dilebihkan 10%. Karena pada saat penimbangan atau penyimpanannya sebelum dicampurkan ada sebagian yang hilang bisa disebabkan oleh kontaminasi udara dan beberapa yang menempel pada kertas perkamen. Sedangkan untuk pengayakan ini bertujuan untuk menyeragamkan ukuran partikel karena selama penyimpanan ada kemungkinan terjadinya penggumpalan. Distribusi ukuran partikel berpengaruh pada sifat fisika dan kimia serbuk, sehingga pempengaruhi homogenitas tablet tablet akhir dan kestabilan produk.
Penambahan mg stearate dan talk dilakukan diakhir setelah dilakukan evaluasi pertama karena sebagai faseluar yang berfungsi untuk melapisi semua bahan. Ukuran yang relative seragam memudahkan proses pencampuran karena antara partikel yang satu dengan partikel yang lain akan memiliki peluang yang sama untuk bercampur. Serbuk yang telah homogen siap untuk dicetak. Sebelumnya disisihkan sejumlah serbuk untuk evaluasi yang meliputi uji laju alir,  sudut istirahat, dan kompresibilitas. Dilakukannya evaluasi ini bertujuan untuk melihat serbuk tersebut bagus tidak untuk proses pencetakan tabletnya.
Serbuk kemudian dicetak menggunakan alat single punch tablet press. Terdapat banyak faktor yang harus diperhatikan dalam pembuatan tablet cetak langsung, antara lain pemilihan eksipien pengisi-pengikat, dimana eksipien yang dipilih harus sesuai dengan zat aktif, memiliki kemampuan kompresibilitas, daya alir, dan kemampuan sebagai pelincir yang baik dan sesuai. Faktor lain adalah homogenitas ukuran serbuk yang akan berpengaruh terhadap proses pencampuran.
Pencetakan tablet menggunakan metode kempa langsung. Kempa langsung adalah pembuatan tablet tanpa adanya proses granulasi yang memerlukan eksipien yang cocok sehingga dapat memungkinkan untuk dikempa secara langsung. Kempa langsung dapat menghindari banyak masalah yang timbul pada granulasi basah maupun kering. Pemilihan metode kempa langsung karena dirasa bahan-bahan tablet yang digunakan mendukung untuk kempa langsung. Setelah tablet dicetak menggunakan metode kempa langsung dapat dilakukan evaluasi apakah benar metode yang digunakan untuk formula ini sudah tepat.
Pada evaluasi tablet untuk mengetahui kontrol Kekerasan menggambarkan kekuatan tablet untuk menahan tekanan pada saat proses produksi, pengemasan, dan pengangkutan. Prinsip pengukurannya adalah memberikan tekanan pada tablet sampai tablet retak atau pecah, kekuatan minimum untuk tablet adalah sebesar 4 kg/cm3. Alat yang digunakan pada uji kekerasan adalah hardness tester. Data yang didapatkan memenuhi syarat dan lolos uji kekerasan. Untuk kontrol keseragaman bobot tablet yang diambil 20 butir tablet secara acak diketahui dari standar deviasi yang didapat bobot tablet tidak memenuhi syarat, karena banyak bobot tablet yang selisihnya berjauhan, banyak factor yang mempengaruhinya, diantaranya pada saat pencetakan tablet serbuk yang tercetak massa nya kurang yang disebabkan dari laju alir tablet yang kurang saat pencetakan. Untuk uji friabilitas atau ketahanan tablet dari guncangan saat pengepakan tidak memenuhi standar, factor yang mempengaruhi itu diantaranya adalah dari saat pencetakan, massa yang masuk ke alat pencetakan itu kurang, sehingga tekanan yang diberikan tidak terlalu maksimal untuk pencetakan. Uji friksibilitas diperoleh data yang sesuai dengan syarat, uji friksibilitas sebenarnya hampir sama dengan uji friabilitas, uji friksibilitas ini untuk mengetahui apakah nanti bobot tablet akan ada yang berkurang pada saat proses pengemasan, tablet bergesekan dengan tablet lainya dan terkikis dinding-dinding tablet yang akan mempengaruhi bobot tablet. Untuk ukuran tebal dan diameter tablet memenuhi syarat dari standar deviasi yang diperoleh tidak terlalu jauh dan memenuhi syarat yang ditetapkan oleh farmakope Indonesia. Untuk uji disolusi atau waktu hancur saat tablet sudah dikonsumsi tidak boleh lebih dari 15 menit kecuali dinyatakan lain. Data yang didapat memenuhi standar karena kurang dari 1 menit tablet langsung hancur, tapi jangan juga terlalu cepat, dikhawatirkan sebelum obat menuju lambung sudah hancur terlebih dahulu dimulut dan rasa pahit yang ingin dihindarkan akan terjadi, sehingga penambahan zat penghancur haruslah sesuai.

9.      ASPEK FARMAKOLOGI
Chlorpheniramine Maleat (CTM)
Chlorpheniramine Maleat atau lebih dikenal CTM merupakan salah satu antihistaminika yang memili efek sedative (menimbulkan rasa kantuk). Namun, dalam penggunaannya dimasyarakat sering sebagai obat tidur dibanding antihistamin sendiri. Keberadaanya sebagai obat tunggal maupun campran dalam obat sakit kepala maupun influenza lebih ditujukan untuk rasa kantuk yang ditimbulkan sehingga pengguna dapat beristirahat.
CTM memiliki indeks terapetik (batas keamanan) cukup besar dengan efek samping dan toksisitas relatif rendah. Untuk itu sangat perlu diketahui mekanisme aksi dari CTM sehingga dapat menimbulkan efek antihistamin dalam tubuh manusia.
CTM sebagai AH1 menghambat efek histamin pada pembuluh darah, bronkus, dan bermacam-macam otot polos. AH1 juga bermanfaat untuk mengobati reaksi hipersensitivitas dan keadaan lain yang disertai pelepasan histamin endogen berlebih. Histamin endogen bersmber dari daging dan bakteri dalam lumen usus atau kolon yang membentuk histamin dari histidin. (FK-UI, 1995)
Dosis terapi AH1 umumnya menyebabkan penghambatan sistem saraf pusat dengan gejala seperti kantuk, berkurangnya kewaspadaan dan waktu reaksi yang lambat. Efek samping ini menguntungkan bagi pasien yang membutuhkan istirahat namun dirasa mengganggu bagi mereka yang dituntut melakukan pekerjaan dengan kewaspadaan tinggi. Oleh sebab itu, pengguna CTM atau obat yang mengandung CTM dilarang mengendarai kendaraan.
Jadi sebenarnya rasa kantuk yang ditimbulkan setelah penggunaan CTM merupakan efek samping dari obat tersebut. Sedangan indikasi CTM adalah sebagai antihistamin yang menghambat pengikatan histamin pada reseptor histamin.

a.       Absorpsi
Bioavaibilitas
Disaerap dengan baik setelah pemberian oral hanya 25-45% (tablet konvensional) atau 35-60% (larutan) dari dosis tunggal yang mencapai sirkulasi sistemik sebagai obat tidak berubah
Onset
Efek antihistamin jelas dalam waktu 6 jam setelah dosis tunggal
Durasi
Efek antihistamin dapat bertahan selama 24 atau lebih.

b.      Distribusi
Mengalami distribusi cepat dan luas. Namun distribusi belum sepenuhnya diketahui.
Ikatan protein plasma
69-72%

c.       Metabolisme
Mengalami metabolisme substansial dalam mukosa GI selama penyerapan dan efek lintas pertama melalui hati. Dimetabolismecepat dan ekstensif terutama terjadi minimal dua metabolit tak dikenal dan monodesmethylchlorpheniramine dan didesmethylchlorpheniramine.

d.      Eliminasi
Rute eliminasi
Diekskresikan dalam urine
Half-life
Eliminasi terminal paruh chlorpheramine adalah sekitar 12-43 jam.
Populasi khusus
Eliminasi terminal waktu paruh pada anak-anak adalah sekitar 9,6-13,1 jam (kisaran : 5,2-23,1 jam).
Terminal eliminasi waku paruh pada pasien dengan gagal ginjal kronis yang mejalani hemodialisis adalah sekitar 280-330 jam.

10.  KESIMPULAN

Pada proses pembuatan tablet, saat evaluasi serbuk tidak memenuhi syarat (kompresibilitas, daya alir, dan sudut istirahat), setelah diayak dan ditambahkan fase luar hasil menunjukan menjadi lebih baik dan memenuhi syarat. Metode kempa langsung dipilih karena zat aktif yang ada dalam formulasi tidak tahan terhadap pemanasan suhu tinggi. Tablet yang dicetak sebanyak 120 butir dengan komposisinya setiap tablet mengandung CTM 4 mg, evaluasi tablet meliputi friksibilitas, waktu hancur, keseragaman bobot memenuhi syarat. Kecuali friksibilitas dan keseragaman ukuran. Hal ini disebabkan kurangnya zat tambahan pengikat (Mg stearat dan Talk).